Potong dampak tarif, Tesla berencana produksi 3.000 Model 3 per minggu

Jakarta (ANTARA News) – Tesla Inc mengatakan pada Jumat waktu setempat bahwa mereka sedang mengembangkan rencana untuk mulai memproduksi sekitar 3.000 kendaraan Model 3 per minggu di Shanghai pada fase awal Gigafactory 3 untuk mengurangi dampak tarif.

Perusahaan juga mengatakan bahwa penjualan Model S dan Model X di China telah, dan kemungkinan akan terus berlanjut, meski dirugikan oleh tarif yang meningkat baru-baru ini yang diberlakukan oleh pemerintah China pada kendaraan buatan AS, seperti dilansir Reuters.

Pembuat mobil listrik tersebut mengatakan terus mendorong untuk meningkatkan produksi Model 3 menjadi sekitar 10.000 unit per minggu.

Tesla juga berharap untuk terus meningkatkan laju produksi Model 3 menjadi sekitar 7.000 unit per minggu di pabrik Fremont, California.

China adalah pasar terbesar untuk kendaraan listrik, dan sebagian besar pengamat memprediksi bahwa penjualan kendaraan listrik di negara itu akan berakselerasi dengan cepat karena peraturan pemerintah mendorong menuju sasaran kendaraan listrik 100 persen pada tahun 2030.

Baca juga: Tesla luncurkan model baru dari Seri 3

Baca juga: Tesla beli tanah di China untuk dirikan pabrik Gigafactory

Baca juga: Elon Musk mengatakan menghapus gelar Tesla-nya

Baca juga: Tesla naikkan harga mobil termurahnya, lima hari setelah diumumkan

Penerjemah: Monalisa
Copyright © ANTARA 2018