Belajar sains dan teknologi di Museum Adityawarman

(Antara)-Di Bulan November tahun ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membuka pusat peragaan ilmu pengetahuan dan teknologi (PP-Iptek) di Museum Adityawarman Kota Padang. Tak hanya mempelajari sejarah dan budaya, dengan adanya pusat peragaan sains dan teknologi, kini berkunjung ke museum jadi lebih menyenangkan.

Inovasi beton mahasiswa UKP jadi juara internasional

Surabaya (ANTARA News) – Inovasi beton yang memanfaatkan bongkaran dinding dan bubuk kalsium karbonat karya tiga mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Kristen Petra juara 1 International Concrete Competition (ICC) 2018 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.

Inovasi beton karya mahasiswa angkatan 2015 yakni Kent Setiono, Nico Christiono dan Ricky Surya menjadi juara pada kategori Concrete Competition setelah mengalahkan inovasi lain karya mahasiswa Indonesia, Filipina, Malaysia dan India.

“Pada babak final, selama tiga hari kami membuat beton secara langsung, kemudian melakukan tes beton berumur satu hari dan melakukan presentasi di depan para juri. Panitia telah mempersiapkan bahan dasar membuat beton, peserta hanya diminta membawa bahan inovasi tambahan yang akan digunakan,” kata Kent Setiono di Surabaya, Rabu.

Kent menjelaskan, sebelum mengkuti ajang ICC 2018, kelompoknya telah melakukan percobaan terhadap inovasi itu di kampus terlebih dahulu hingga lebih dari 10 kali.

Sementara itu, Nico Christiono mengemukakan kesulitan terberat bagi tim UK Petra adalah mempertahankan kondisi beton untuk tetap encer namun bisa memenuhi syarat beton mudah mengalir yang ditentukan.

Tim akhirnya sepakat mengurangi penggunaan semen dan mencari penggantinya sebagai bahan campuran dalam beton yang dapat memadat sendiri (self compacting concrete).

Nico dan kelompoknya lalu menambahkan kerakal batu bata dan kalsium karbonat yang sudah dihancurkan dalam bentuk butiran halus dalam adonan betonnya.

“Kami mencoba mengurangi penggunaan semen, digantikan dengan kerakal batu bata dan kalsium karbonat sebesar 30 persen. Kekuatannya mencapai 24,5 MPa saat tes beton satu hari dibandingkan dengan kekuatan biasanya yaitu sebesar 25 MPa dalam waktu 28 hari,” ujarnya.

Pemanfaatan kerakal batu bata ini akan dapat mengurangi buangan yang tak terpakai misalnya saat merenovasi rumah ataupun memanfaatkan bagian bangunan yang runtuh pada saat terjadi bencana alam gempa bumi, sedangkan kalsium karbonat membantu menambah kekuatan beton umur awal, ujarnya.

Dengan raihan juara ini, mahasiswa UK Petra mendapatkan hadiah plakat, sertifikat dan hadiah uang sebesar 1.000 dolar AS.

Baca juga: Mahasiswa UI ciptakan beton dari abu
 Baca juga: Beton sekam-ampas tebu antarkan mahasiswa Unej juara

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

ITS ciptakan deteksi genangan untuk keselamatan penerbangan

Surabaya (ANTARA News) – Tim Peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan alat pendeteksi genangan air atau standing water level untuk dipasang di bandara demi keselamatan penerbangan.

“Keselamatan penerbangan itu tidak hanya bergantung pada faktor pesawat terbangnya saja, melainkan infrastruktur bandar udara juga berperan penting bagi keselamatan penerbangan,” ujar peneliti ITS Dr Melania Suweni Muntini, MT, kepada wartawan di Surabaya, Rabu.

Dia mengungkapkan selama ini di tiap bandara di Indonesia hanya terpasang alat pendeteksi angin untuk memantau kecepatan angin demi keselamatan penerbangan.

“Pendeteksi angin yang sudah banyak terpasang di berbagai bandara pun sebenarnya masih perlu dikembangkan lagi. Karena belum mendeteksi kecepatan angin yang datang dari arah samping,” ujar pakar infrastruktur penerbangan ITS itu.

“Selama ini belum ada satupun bandara di Indonesia yang memiliki alat pendeteksi genangan air,” katanya.

Melania bersama tim peneliti ITS melakukan penelitian sejak tahun lalu, di antaranya telah melakukan berbagai uji coba di bandara perintis Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Kami pilih bandara perintis di Sumenep untuk melakukan uji coba karena frekuensi penerbangannya masih terbilang sepi. Sebenarnya kami ingin melakukan uji coba di bandara besar, seperti Juanda, tapi frekuensi penerbangannya terlalu padat untuk dijadikan tempat penelitian,” ucapnya.

Dia menekankan alat pendeteksi genangan air wajib dipasang di seluruh bandara demi keselamatan penumpang.

“Genangan air yang aman untuk keselamatan penerbangan syaratnya minimal 3 milimeter dari keseluruhan luas bandar udara. Itu harus ada alat yang dapat mendeteksinya. Kalau tidak, pesawat yang mendarat atau melakukan lepas landas bisa tergelincir,” tuturnya.

Melania menyatakan penelitiannya telah rampung. Alat deteksi genangan air untuk dipasang demi keselamatan penerbangan di bandara kini tinggal menunggu sertifikasi.

Baca juga: ITS luncurkan Pusat Unggulan Industri Kreatif
Baca juga: Tiga kendaraan inovatif ITS jelajahi Indonesia

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Dosen UNS lakukan penelitian minimalisasi preeklampsia

Solo (ANTARA News) – Salah satu dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Sri Sulistyowati melakukan penelitian untuk meminimalisasi kasus preeklampsia yang berdampak pada kematian ibu dan bayi.

“Saya telah melakukan penelitian pada tikus bunting dengan mengambil HLA-G (histocompability antigen, red) yang terbukti terjadi preeklampsia dan disebabkan oleh disfungsi organ endotel,” katanya di Solo, Sabtu.

Ia mengatakan dari penelitian yang dilakukan, disimpulkan bahwa disfungsi endotel yang terjadi pada hewan sesuai dengan kondisi ibu hamil preeklampsia, yaitu pada sel trofoblas.

“Melalui penelitian ini, model disfungsi endotel sebagai model preeklampsia direkomendasikan menjadi masukan bagi peneliti untuk menemukan hal yang berkaitan dengan preeklampsia. Tujuannya untuk mengetahui penyebab maupun terapi sebagai upaya menurunkan angka kematian ibu yang disebabkan preeklampsia,” katanya.

Menurut dia, hingga saat ini preeklampsia masih merupakan penyumbang utama kesakitan dan kematian pada ibu maupun janin.

Ia mengatakan di RSUD dr Moewardi Surakarta angka kematian ibu hamil pada tahun 2012 yang disebabkan oleh preeklampsia berjumlah 19 orang dari 30 ibu hamil yang meninggal. Sedangkan pada tahun 2013 berjumlah 12 orang dari 21 ibu hamil yang meninggal.

Menurut dia, faktor risiko terjadinya preeklampsia, di antaranya hipertensi kronis, diabetes mellitus, penyakit ginjal, obesitas, dan kondisi hiperkoagulitas.

Ia mengatakan hingga saat ini metode penelitian yang dilakukannya mengenai preeklampsia banyak digunakan para pakar kesehatan di sejumlah universitas.

Adapun, penyakit preeklampsia yaitu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tanda kerusakan organ tubuh, misalnya kerusakan ginjal.

Preeklampsia juga dikenal dengan nama toksemia atau hipertensi yang diinduksi kehamilan.

Sementara itu, karena penelitiannya tersebut Sri Sulistyowati akan dikukuhkan sebagai Guru Besar UNS ke-196 pada Selasa (11/12).

Selain Sri, pada waktu yang sama UNS juga akan mengukuhkan Endang Sutisna Sulaeman sebagai Guru Besar UNS ke-195.

Endang yang merupakan Guru Besar di Bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat akan menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul Membumikan Keadilan, Pemberdayaan, dan Promosi Kesehatan.

Baca juga: Artikel – Vegetarisme dan misteri kematian Kartini

Pewarta:
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2018

AOT, teknologi tercanggih atasi disorientasi arah

Jakarta (ANTARA News) – Salah satu gangguan yang kerap pilot alami saat penerbangan adalah disorientasi arah dan inilah penyebab tersering kecelakaan pesawat terjadi, menurut spesialis kedokteran penerbangan dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan Indonesia (Perdospi), Dr.dr. Wawan Mulyawan, SpBS (K), SpKP. 

Untuk mengatasi masalah disorientasi, saat ini terdapat teknologi tercanggih yang bisa pilot manfaatkan, yakni perlengkapan Advance Orientation Trainer (AOT). Alat ini berfungsi untuk melatih penerbang dalam mengantisipasi kondisi kejadian luar biasa yang dialami saat terbang. 

“AOT sama dengan basic hanya dia advanced tetapi ada tambahan situasi, misalnya saat cuaca buruk. Pilot bisa waspada hal-hal semacam itu,” ujar Kepala Lakespra Saryanto, Marsekal Pertama TNI dr Krismono Irwanto, MH Kes di Jakarta, Rabu. 

Sejumlah kondisi darutat yang umum dialami pilot antara lain gangguan penglihatan, gangguan pada reseptornya dan pada vestibularnya. 

“Melatih orang yang dalam keadaan tertentu kan gelap dia mengalami disorientasi. Kalau dia mengalami itu dia harus percaya instrumen. Kadang dia takut,” tutur Krismono. 
  Perlengkapan Advance Orientation Trainer (AOT) di Lakespra Saryanto, Jakarta, Rabu (12/12/2018) (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)   Tampilan luar perlengkapan Advance Orientation Trainer (AOT) di Lakespra Saryanto, Jakarta, Rabu (12/12/2018) (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)
Dalam kesempatan itu, Kepala seksi pendidikan, pelatihan dan pengembangan  Lakespra Saryanto, Wardaya mengatakan, hampir tidak ada pilot yang kebal pada disorientasi arah.

Dia wajib terus mengasah kemampuan dalam orientasi arah dan ketinggian sehingga tidak hanya sepenuhnya mengandalkan pada peralatan apabila terjadi hal darurat.

“Tidak ada pilot yang kebal disorientasi. Di atas ketinggian 5000 km dpl, awan gelap. Disorientasi itu bisa visual (pandangan),  vestibular (telinga) dan reseptor. Kalau seorang pilot mau landing terlihat run away kecil itu disorientasi visual,” kata dia. 

AOT satu-satunya di Indonesia tersedia di  Lakespra Saryanto. Alat ini baru didatangkan dari Austria pada awal 2017 lalu. Tak cuma pilot berlatar belakang militer, pilot sipil juga bisa memanfaatkan alat ini untuk berlatih. 

Baca juga: Gangguan tubuh yang harus diwaspadai saat naik pesawat

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Google buat proyek Thai AI untuk atasi diabetes

Jakarta (ANTARA News) – Google mengumumkan program kecerdasan buatan (AI) di Thailand yang akan digunakan untuk memindai penyakit mata akibat diabetes yang dapat menyebabkan kebutaan permanen.

“Sebagai bagian dari masyarakat, kami punya kewajiban menggunakan AI di hal apa pun yang memungkinkan,” kata Wakil Dikrektur Urusan Global Google, Kent Walker, dikutip dari laman Reuters.

Google pada acara tersebut juga menyebutkan manfaat lain proyek AI ini, antara lain untuk penangkapan ikan ilegal di Indonesia. 

Programn di Thailand ini bekerja sama dengan rumah sakit milik negara Rajavithi Hospital, berupa studi bersama agar AI dapat memindai dengan kurasi 95 persen dalam mendeteksi penyakit, dibandingkan dengan 74 persen jika dilakukan oleh dokter mata atau ahli optik.

AI akan menganalisis hasil pemindaian pasien untuk menilai apakah orang tersebut berisiko kehilangan penglihatan sehingga pasien dapat diberikan perawatan pencegahan.

Pemerintah Thailand sudah berkamapnye mengenai hidup sehat agar tidak terkena diabetes. Pemindaian mata diabetes menjadi salah satu indikator kesehatan mereka sejak 2015.

Thailand sebagai salah satu produsen gula dunia, memiliki tingkat konsumsi gula yang tinggi diantara 69 juta penduduknya. 

Mereka hanya memiliki 1.400 dokter mata untuk 5 juta pasien diabates, kebanyakan berisiko kehilangan penglihatan, menurut Asisten Direktur Ravajithi Hospital, Paisan Ruamviboonsuk.

Program Google ini menargetkan memindai 60 persen masyarakat dalam skala nasional, mengikuti program pemerintah.

Google pada Oktober lalu menyatakan akan mengalokasikan dana 25 juta secara global tahun depan untuk program AI dalam bidang kemanusiaan dan lingkungan.

Baca juga: Google gelontorkan 25 juta dolar dana hibah AI

Baca juga: AI DeepMind dari Google mampu kenali penyakit mata

Baca juga: Google kembangkan AI suara mirip manusia

Penerjemah: Natisha Andarningtyas
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Alat penurun suhu ban UMM raih medali di Korea

Malang (ANTARA News) – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Haryo Widya Damawan meraih medali perunggu di ajang Seoul International Invention Fair (SIIF) 2018 di Seoul, Korea Selatan berkat temuannya berupa alat penurun temperatur ban mobil pengangkut barang yang diberi nama Tyrender.

“Saya senang dan bahagia bisa mendapat apresiasi di ajang internasional ini. Alhamdulillah bisa membanggakan orang tua dan kampus,” ujar Haryo di Malang, Jawa Timur, Kamis.

Haryo mengikuti SIIF pada 6-9 Desember lalu di Seoul. Hasil karyanya harus bersaing dengan 600 lebih inovasi baru dari sekitar 30 negara yang mengikuti ajang itu. Inovasi Haryo dilirik oleh hampir 40 ribuan pasang mata yang terdiri dari peserta, pembeli, dan investor di seluruh dunia.

Selain mendapatkan medali perunggu, inovasi mahasiswa Teknik Mesin semester 5 ini juga mendapatkan Special Award dari  Association of Polish Inventors and Rationalizers.

Haryo menerangkan alat Tyrender buatannya merupakan sebuah alat penurun temperatur berlebih atas hasil gesekan pada ban dengan permukaan jalan. “Fungsi finalnya, untuk memperpanjang usia ban,” tambahnya.

Lebih lanjut, mahasiswa kelahiran Makassar ini menguraikan ada beberapa kondisi yang membuat ban mengalami pengikisan, yakni kondisi permukaan jalan, kecepatan kendaraan dan beban yang diterima.

Selain itu, suhu berlebih yang terjadi akibat gesekan yang dialami ban juga menjadi salah satu faktor pemicu cepatnya ban mengalami penipisan.

Alat yang ia desain ini akan meminimalisasi hal tersebut. Terdiri dari rangkaian tangki air, controller, pompa dan nozzle yang didesain sedemikian rupa, Tyrender secara otomatis menyemprotkan air saat temperatur ban melebihi ambang batas. Dengan demikian, usia ban dapat tahan lebih lama.

Temuannya ini diklaim Haryo belum pernah dibuat inovator lain di kategori mechanical controller yang diikutinya.

Setelah suhu kembali ke batas angka normal, sambung Haryo, alat ini akan berhenti menyemprotkan air secara otomatis. Haryo mencontohkan, jika pada awal berjalan ban akan memiliki temperatur 30 derajat, lalu saat berjalan naik menjadi 35 derajat, dan saat melaju kencang menjadi 40 derajat. Alat ini akan secara otomatis mengembalikan suhu ban ke 35 derajat.

Tahun 2017, di ajang yang sama, Seoul International Invention Fair (SIIF), kontingen Indonesia berhasil membawa pulang 3 medali emas, 5 medali perak, dan 6 medali perunggu.

Pada 2018 ini, Indonesia mengirim 41 produk dan mendapat 1 perolehan grand prize, 10 emas, 6 perak dan 20 perunggu. Haryo turut membukukan daftar prestasi gemilang bagi UMM, juga Indonesia di kancah internasional.

 Rektor UMM, Dr Fauzan menyebut, raihan Haryo sebagai bukti komitmen UMM mencerdaskan generasi terbaik bangsa melalui teknologi dan ilmu pengetahuan. “Inilah bentuk dari implementasi tagline UMM, `Dari Muhammadiyah untuk Bangsa`, yakni sebagai bukti kontribusi UMM untuk kemajuan umat di masa mendatang,” kata Fauzan.

Baca juga: Indonesia raih medali olimpiade sains internasional di Botswana
Baca juga: Pelajar Indonesia raih tujuh medali Olimpiade Sains di Prancis
 

Pewarta:
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Puri Robotics distribusikan robot layanan di Indonesia

Jakarta (ANTARA News) – Pusat Robot Indonesia (Puri) Robotics meramaikan industri teknologi di Indonesia sebagai distributor robot layanan atau services robot bagi berbagai bidang usaha maupun rumah tangga yang membutuhkan bantuan pelayanan.

“Puri Robotics ini khusus untuk robot services. Kami ingin menjadi pusat robot,” kata Presiden Direktur Puri Robotics, Jully Tjindrawan, saat ditemui di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Sabtu.

Perusahaan ini baru menghadirkan robot buatan China dan Jepang selama dua minggu belakangan ini, dengan target penggunaan di rumah sakit, restoran maupun di rumah.

Jully belum bisa menyebutkan angka, namun, robot-robot itu selain dijual juga dapat dipakai dengan sistem sewa, antara lain per hari dan per delapan jam. 

Robot layanan yang mereka sediakan antara lain tipe Snow yang dapat menjadi resepsionis di rumah sakit, hotel, dan sekolah, kemudian robot Amy yang dapat menjadi pelayan di restoran, hotel, bar, dan kafe.

Puri Robotics juga menyediakan robot Alice yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan dan pengenal wajah sehingga ketika digunakan di hotel dan restoran, misalnya, ia dapat menyapa orang yang wajahnya telah direkam.

Jully telah berkecimpung di dunia robotik Indonesia sekitar 14 tahun, selain mendistribusikan robot dia juga merencanakan Puri Robotics akan memiliki Rumah Robot Indonesia di mal Season City tahun depan.

Rumah Robot Indonesia dirancang untuk menjadi taman bermain sekaligus tempat untuk mempelajari sains dan robotikam juga teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR).

Selain tempat belajar robot, Jully mengaku berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk kurikulum robot di sekolah.

Baca juga: Kominfo dorong SDM Indonesia kuasai bidang robotik
Baca juga: Universal Robots dorong Indonesia jadi pusat manufaktur Asia

 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Lomba Kapal Robot

Lomba Kapal Robot

Pelajar memeriksa kapal robot pemadam api tanpa awak (Fire Fighting Roboboat) rakitannya saat Automation Week 2018 di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (15/12/2018). Lomba yang diikuti 76 tim pelajar SMP dan SMA sederajat dari berbagai daerah itu bertujuan menumbuhkan kreativitas serta mengenalkan teknologi otomasi perkapalan kepada para pelajar. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/hp.

Facebook kembangkan mata uang kripto untuk transfer lewat WhatsApp?

Jakarta (ANTARA News) – Facebook dikabarkan sedang mengembangkan mata uang kripto agar mengirim uang lewat aplikasi WhatsApp lebih mudah.

Kabar ini mencuat setelah laporan yang dimuat Bloomberg menyatakan bahwa Facebook akan membuat mata uang kripto untuk dipakai di India agar warga negara tersebut yang bekerja di luar negeri dapat mengirim uang untuk keluarga mereka.

Kabar Facebook sedang mengembangkan mata uang kripto bergulir sejak Mei lalu, pertama kali dilaporkan oleh laman Cheddar. Saat itu, salah seorang pimpinan Facebook Messenger, David Marcus, ditunjuk untuk memimpin divisi baru tentang blockchain.

Divisi tersebut, seperti diberitakan The Verge, bertugas mencari cara baru untuk mengembangkan blockchain dalam Facebook, dimulai dari nol.

Laporan Bloomberg memuat gambaran bagaimana Facebook akan menerapkan blockchain, termasuk apa tujuan mereka mengembangkan teknologi tersebut.

Facebook dikabarkan sedang mengembangkan “stablecoin”, mata uang ini akan berbasis pada mata uang Amerika Serikat untuk mengurangi ketidakstabilan yang ada di mata uang kripto.

Diperkirakan masih lama Facebook akan mengeluarkan koin ini.
 

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Mahasiswa ITS ubah cangkang keong jadi beton

Surabaya (ANTARA News) – Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menangkap peluang tingginya permintaan di masyarakat dengan berinovasi membuat abu cangkang keong sawah dan serbuk kapur alami menjadi beton.

Mahasiswa ITS Mohamad Ilham Fahmi ditemui bersama ketiga rekan mahasiswanya Ifon Robi Kurniadi, Ilham Pradana Kusuma dan Aditya Rachmad Andriyono di kampus ITS, Surabaya, Rabu, mengatakan inovasi tersebut didasarkan pada material lokal Indonesia yang masih melimpah, namun tidak pernah dimanfaatkan dengan baik.

Cangkang keong sawah, kata Ilham, juga mengandung kadar kalsium karbonat (CaCO3) yang sangat tinggi, sehingga dapat bereaksi sangat baik dengan semen sebagai bahan utama pembuatan beton.

“Kami memanfaatkan cangkang keong sawah, karena selama ini yang dimanfaatkan hanya dagingnya saja, sedangkan cangkangnya terbuang sia-sia,” kata Ilham.

Ketua tim Pembuatan Beton Cangkang Keong, Ifon Robi Kurniadi mengatakan batuan kapur alami yang dimiliki Indonesia saat ini masih melimpah, khususnya di Provinsi Jawa Timur.

Namun, katanya, masyarakat daerah itu masih belum memanfaatkan secara maksimal. Padahal manfaat kapur alami untuk berbagai produksi bahan sangatlah besar, terutama untuk campuran beton, sebab kapur alami memiliki hasil yang sangat baik dalam bereaksi dengan semen pada campuran beton.

Ifon menjelaskan produksi semen pozzoland composite cement (PPC) saat ini mencapai 2,8 miliar ton per tahun untuk produksi bahan baku beton, shingga menyumbang dua hingga enam persen dari keseluruhan emisi CO2 oleh manusia dan diprediksi akan terus meningkat. Dalam pembuatan beton, material pozzolanic menjadi campuran dari semen PPC.

Untuk mengurangi penggunaan PPC itulah, dia dan tiga rekannya yang tergabung di Tim PERFE-CT mengganti material pozzolanic dan menambahkan komposisinya menggunakan abu cangkang keong dan serbuk kapur alami.

“Selain mampu mengganti material pozzolanic, penggunaan material lokal ini juga dapat membantu perekonomian serta meminimalisir limbah yang tak ternilai,” tuturnya.

Berkat ide inovasi yang murni dan asli tersebut, konsep yang di bawah bimbingan Ridho Bayuaji ST MT PhD ini mendapat tiga penghargaan sekaligus di ajang Kaohsiung International Invention and Design Expo (KIDE) 2018 di Taiwan, awal Desember lalu, antara lain Gold Medal 2018 Kaohsiung International Invention & Design Expo.

Selain itu Award of Excellence dari Toronto Canada International Society of Innovation & Advanced Skill, dan Excellent Gold Medal dari Highly Innovative Unique Foundation Kingdom of Saudi Arabia.

Baca juga: Inovasi butuh keberpihakan regulasi

Baca juga: Desa di Trenggalek didorong kembangkan Inovasi lokal

Baca juga: Pemerintah ingin daerah bangun kekuatan ekonomi berbasis inovasi

Pewarta:
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2018